-->

Selasa, 01 Mei 2012

MAKALAH PENERAPAN KONSEP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LINGKUNGAN HIDUP DI HOUSEKEEPING DEPARTMENT SAVOY HOMANN BIDAKARA HOTEL BANDUNG


PENERAPAN KONSEP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LINGKUNGAN HIDUP DI HOUSEKEEPING DEPARTMENT
 SAVOY HOMANN BIDAKARA HOTEL BANDUNG

LAPORAN PENDIDIKAN SISTEM GANDA (PSG)
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti Ujian Nasional/Ujian Akhir Sekolah
Tahun ajaran 2011/2012




Oleh :
Nama                                       : Gina Mustikatiadi
NIS                                         : 0910100576
Bidang Studi Keahlian           : Seni, Kerajinan dan Pariwisata
Program Studi Keahlian          : Pariwisata
Kompetensi Keahlian             : Akomodasi  Perhotelan


SMK PLUS YSB  SURYALAYA
Desa Tanjungkerta Kecamatan Pageurageung tlp.(0265)4571-457162
Kabupaten Tasikmalaya 66158 Fax (0265)246167
                                                email : smkplusysb@yahoo.co.id
                                                                 Tahun 2011

LEMBAR PENGESAHAN SEKOLAH

JUDUL       :   PENERAPAN KONSEP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LINGKUNGAN HIDUP DI HOUSEKEEPING DEPARTMENT SAVOY HOMANN BIDAKARA HOTEL  BANDUNG
PENULIS   :   GINA MUSTIKATIADI
NIS             :     0910100576

Telah dipresentasikan pada tanggal :


Tasikmalaya,  November  2011

Pembimbing                                                                               Ketua  Program Akomodasi
                                                                                                                  Perhotelan


Anis Sari Patmawati, A.Md.Par                                                      Taufik Hidayat, S.Pd.I

Mengetahui :
Kepala SMK PLUS YSB SURYALAYA
                                                                                        

Drs. Denny H. Gandasapoetra, MM
NIP. 19590908 1987031 009



LEMBAR PENGESAHAAN PERUSAHAAN

JUDUL       :   PENERAPAN KONSEP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LINGKUNGAN HIDUP DI HOUSEKEEPING DEPARTEMENT SAVOY HOMANN BIDAKARA HOTEL  BANDUNG
PENULIS   :   GINA MUSTIKATIADI
NIS             :   0910100576
Telah dipresentasikan pada tanggal :

Bandung, November 2011

Pembimbing, 


Cucu Supriyanto
                                                                                                       (Trainning Coordinator)

KATA PENGANTAR
            Dengan memanjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan hidayah-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini selama tiga bulan, yaitu dari tanggal 07 Juli 2011 sampai dengan 07 Oktober 2011 di Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung sekaligus menyelesaikan sebagaimana mestinya.
            Dengan diadakannya program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) saat ini sangatlah baik dan berguna bagi setiap siswa/ siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mendapatkan suatu gambaran yang nyata dalam menjajaki dunia kerja dan menerapkan apa-apa yang telah didapatkan dari sekolah pada pekerjaan yang digeluti, sehingga bila mereka terjun ke dunia kerja tidak mendapatkan kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja karena telah dapat menerapkan keahlian profesi yang dimiliki.
            Pada dasarnya, tujuan dibuatnya laporan hasil Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti Ujian Akhir Nasional/Ujian Akhir Sekolah (SMK) serta melatih siswa/siswi membiasakan diri untuk membaca dan memahami lingkungan di luar sekolah.
            Dalam pelaksanaan program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) dan penyusunan laporan ini penulis banyak mendapatkan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, maka dari itu penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1.      Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya K.H Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin (Alm).
2.      Bapak Drs. Denny H. Gandasapoetra, MM selaku Kepala SMK Plus YSB Suryalaya.
3.      Ibu Anis Sari Patmawati, A.Md.Par selaku pembimbing SMK Plus YSB Suryalaya.
4.      Bapak Budi Sasongko selaku Direktur Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung.
5.      Bapak Irfan Mulyawan selaku Executive Assistant Manager.
6.      Bapak Marcus Susilanto selaku Personal Manager.
7.      Bapak Cucu Suprianto selaku Trainning Manager.
8.      Ibu Herlina selaku selaku Executive Housekeeper.
9.      Bapak Yayan Hadian, Epan Supriatna selaku Floor Supervisor.
10.  Bapak Suhana, Hendra Sobari selaku Public Area Supervisor.
11.  Para roomboy, houseman dan  staff  administrasi housekeeping Hotel Savoy Homann Bidakara Bandung.
12.  Orang tua yang memberikan dorongan dan perhatian untuk kelancaran penulis.
13.  Semua pihak yang membantu dalam penyusunan laporan ini.
Dengan tersusunya laporan ini penulis berharap dapat mengetahui lebih dalam mengenai dunia usaha/industri terutama dalam bidang perhotelan, serta dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya.
Akhir kata penulis meminta maaf apabila penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi kemajuan bagi penulis.


Tasikmalaya,  November 2011
                                                                                 Penulis,
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN SEKOLAH
LEMBAR PENGESAHAN PERUSAHAAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I             PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
1.2  Rumusan Masalah
1.3  Maksud dan Tujuan Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
1.3.1 Maksud Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
1.3.2 Tujuan Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
1.4  Manfaat Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
1.5  Metode dan Tekhnik  Pengumpulan Data
1.6  Waktu Dan Tempat Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
1.6.1 Waktu Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
1.6.2 Tempat Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
BAB II            OBJEK PENDIDIKAN SISTEM GANDA (PSG)
                        2.1 Sejarah Singkat Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung
                        2.2 Fasilitas Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung
                             2.2.1 Fasilitas Kamar
                             2.2.2 Fasilitas Pelayanan Makanan dan Minuman
                             2.2.3 Fasilitas Meeting Room
                          2.2.4 Fasilitas Penunjang Lainnya
                        2.3 Struktur Organisasi Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung
2.4 Struktur Organisasi Housekeeping Savoy Homann Bidakara Bandung
2.5 Klasifikasi Savoy Homann Bidakara Hotel  Bandung
2.6 Uraian Tugas Dan Tanggung Jawab


BAB III          HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1   Pengertian Housekeeping , Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Penerapan dan Konsep
3.1.1 Pengertian Housekeeping
3.1.2 Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja
3.1.3 Pengertian Penerapan
3.1.4 Pengertian Konsep
3.2   Penerapan Konsep Kesehatan dan  Keselamatan Kerja Lingkungan Hidup di Housekeeping Department Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung
3.2.1 Penerapan Konsep Kesehatan Kerja di Housekeeping Department
3.2.2 Penerapan Konsep keselamatan Kerja di Housekeeping Department
3.3   Ruang Lingkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja Lingkungan Hidup.
3.4   Faktor-Faktor Penyebab Bahaya (Hazard) dan Resiko (Risk) Akibat   Bahaya (Hazard)
3.5   Cara Pengendalian Bahaya (Hazard).
3.6   Rambu-Rambu Keselamatan (Safety Sign)  di Housekeeping Department Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung.
BAB VI          PENUTUP
                        4.1 Simpulan
                        4.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
LAMPIRAN-LAMPIRAN


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pada tahun 1996, Menteri Tenaga Kerja Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PR : 05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3). Dimana pada pasal 3 Peraturan Menteri Tenaga tersebut menjelaskan bahwa setiap perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja sebanyak lebih dari  100 orang atau lebih dan/atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti, peledakan, kebakaran, pencemaran, dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
Mengingat perusahaan-perusahaan berkembang pesat dan SDM yang dibutuhkan semakin tinggi, maka potensi bahaya dan resiko yang terjadi juga semakin besar salah satunya di hotel. Di hotel khususnya di bagian housekeeping department merupakan pekerjaan berat dan penuh resiko.
Bagi khalayak umum, konsep kebersihan melalui pengelolaan lingkungan adalah hal baru, begitu juga proses pekerjaan pembersihan yang mengutamakan aspek keamanan atau keselamatan kerja (safety environment housekeeping).
Pada dasarnya (safety environment housekeeping) adalah sistem kerja pembersihan yang tidak hanya sebatas menjaga kerapihan area atau sekedar mencegah sampah yang menghalangi pintu dan tangga darurat, tapi lebih daripada itu adalah terjaganya kewaspadaan bahwa musibah betapa pun tidak diinginkan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.
Berdasarkan penelitian, terdapat beberapa manfaat yang memiliki dampak sangat besar dari pekerjaan housekeeping yang dilakukan secara sistematis dan profesional. Seperti kita ketahui kecelakaan kerja sekecil apapun yang terjadi di housekeeping department  yang dialami oleh karyawan berhubungan dengan berbagai hal, yaitu biaya yang beberapa diantaranya diasosiasikan dengan perawatan medis dan kehilangan pendapatan,  juga berhubungan dengan kelancaran proses kerja yang berpengaruh dengan produktivitas kerja.
Berdasarkan  latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk mengangkat judul:
PENERAPAN KONSEP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LINGKUNGAN HIDUP  DI HOUSEKEEPING DEPARTMENT SAVOY HOMANN BIDAKARA HOTEL BANDUNG”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian dari housekeeping, kesehatan dan keselamatan kerja, penerapan dan konsep ?
2.      Bagaimana penerapan konsep kesehatan dan keselamatan kerja lingkungan hidup di  housekeeping department  Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung ?
3.      Apa saja ruang lingkup kesehatan dan keselamatan kerja lingkungan hidup ?
4.      Apa saja faktor-faktor penyebab terjadinya bahaya (hazard) dan apa resiko (risk) akibat bahaya (hazard) tersebut ?
5.      Bagaimana cara pengendalian dari bahaya (hazard) ?
6.      Rambu-rambu keselamatan (safety sign) apa saja yang digunakan dalam proses kerja di housekeeping department Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung ? 
1.3  Maksud dan Tujuan Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
       1.3.1 Maksud Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
Penulis melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda ini dengan maksud sebagai
                berikut:
1.      Sebagai salah satu syarat mengikuti Ujian Akhir Nasional/Ujian Akhir Sekolah (UAN/UAS).
2.      Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dan etos kerja yang sesuai dengan tuntunan lapanagan kerja.
3.      Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap peserta didik dalam pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.
4.      Untuk merealisasikan pengetahuan yang didapat dari sekolah dengan pekerjaan yang sebenarnya dari industri.
5.      Memperluas pandangan dan wawasan penulis terhadap jenis-jenis pekerjaan khususnya di bidang perhotelan .
1.3.2    Tujuan Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
Kegiatan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang telah dilaksanakan oleh siswa/siswi merupakan program keahlian yang tentunya mempunyai tujuan yang telah  direncanakan dan diharapkan dapat dicapai oleh siswa/siswi.
Adapun tujuan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk memperkokoh link and match antara dunia usaha/dunia industri dengan dunia pendidikan.
2.      Siswa/siswi mampu mencari alternatif pemecahan masalah mengenai bidang perhotelan di sekolah khususnya mengenai housekeeping department dan mendapat jawaban secara lebih luas dan mendalam di tempat kerja.
3.      Membekali siswa/siswi dengan pengalaman kerja yang sebenarnya di dunia usaha/dunia industri, sebagai persiapan guna menyesuaikan diri dengan dunia usaha dan masyarakat nantinya.
4.      Siswa/siswi mampu memahami, memantapkan dan mengembangkan pelajaran yang didapat dari sekolah dan penerapannya di dunia usaha/dunia industri.
1.4 Manfaat Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
Setiap kegiatan yang dilakukan pasti memiliki manfaat, demikian pula dengan kegiatan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang telah selesai dilaksanakan. Adapun manfaat dari kegiatan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang telah penulis laksanakan adalah sebagai berikut:
1.      Melatih disiplin, tanggung jawab, inisiatif, kreatifitas, motivasi kerja, kerjasama, tingkah laku, emosi dan etika.
2.      Keahlian profesional yang diperoleh dari Pendidikan Sistem Ganda (PSG) dapat meningkatkan rasa percaya diri, yang selanjutnya akan mendorong untuk meningkatkan keahlian profesional pada tingkat yang lebih tinggi.
3.      Siswa/siswi dapat mengetahui perhotelan-perhotelan yang berada di Indonesia baik itu perhotelan milik pemerintah maupun swasta, dalam hal ini Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung.
1.5  Metode dan Tekhnik Pengumpulan Data
Metode yang dipergunakan dalam penulisan laporan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini adalah Metode Deskriptif, yaitu tekhnik penulisan dengan cara mengumpulkan dan menyajikan data sehingga diperoleh suatu gambaran mengenai penerapan konsep kesehatan dan keselamatan kerja lingkungan hidup di housekeeping department.
Untuk tekhnik pengumpulan data dalam penyusunan laporan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini adalah sebagai berikut:
1.      Studi Perpustakaan (library research), yaitu dengan mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan obyek penelitian Pendidikan Sistem Ganda yang dilakukan penulis.
2.      Studi Lapangan (field study)
1.      Wawancara (interview), yaitu tanya jawab langsung dengan pegawai yang  bersangkutan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
2.      Observasi (observation), yaitu dengan melakukan pengamatan langsung pada bagian yang bersangkutan dan melakukan pencatatan-pencatatan yang bersangkutan.
1.6       Waktu dan Tempat Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
1.6.1    Waktu Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
Waktu Pendidikan Sistem Ganda (PSG) dilakukan selama tiga bulan, yang dimulai dari tanggal 07 Juli 2011 sampai dengan 07 Oktober 2011.
Adapun waktu yang sudah ditentukan di Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung:
a.       Morning shift         : 07.00-15.00
b.      Evening shift          : 15.00-23.00
c.       Night shift              : 23.00-07.00

1.6.2    Tempat Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini dilaksanakan di Savoy Homann Bidakra Hotel Bandung.
Jl. Asia Afrika No. 112, Bandung Phone: (022) 4232244, Fax: (022) 4236187
e-mail: savoy@bdgcentrin.net.id http://www.savoyhomann-hotel.com

BAB II
                                 OBJEK PENDIDIKAN SISTEM GANDA (PSG)
2.1 Sejarah Singkat Savoy Homan Bidakara Hotel Bandung
          Hotel Savoy Homann Bandung di bangun sebelum tahun 1888 dengan pemiliknya seorang warga negara Jerman bernama Mr. A. Homann. Bentuk perusahaanya N.V.Hotel Homann, setelah Mr. A Homann meninggal, pimpinan perusahaaannya dipegang oleh isterinya.
    Setelah Jepang memnyerah tahun 1945, Hotel Saoy Homann Bandung diduduki oleh tentara sekutu yang kemudian dijadikan sebagai gedung “Roodekruis ‘Rapwi” selama kurang lebih satu tahun dan saat ini gedung Savoy Homann Bandung dipergunakan sebagai pusat dari segala kegiatan.
    Ijin usaha N.V Savoy Homann habis pada bulan September 1971, maka di muka notaris diadakan penggantian anggaran dasar di bawah nomor: 10  tanggal 06 September 1969 yang mendapatkan pengesehan dari departement kehakiman RI dan dalam tambahan berita negara RI tanggal 30 November 1937 nomor 69.
    Saat itu Hotel Savoy Homann Bandung merupakan hotel terbesar di Asia Tenggara dan memperoleh kepercayaan dari pemerintah sebagai tempat diselenggarakannya beberapa Konferensi Internasional seperti:
1.      KAA (Konferensi Asia Afrika)
2.      Konferensi PATA
3.      Koferensi Islam Asia Tenggara
   Pada dekade 1960-1970 beberapa hotel bertaraf internasional mulai didirikan diJakarta untuk beberapa tenaga intinya hotel-hotel tersebut telah dipercaya pendidikannya di Hotel Savoy Homann Bandung.
    Masa berganti masa, tahun berganti tahun melalui suatu negoisasi yang cukup lama (1970-1986) akhirnya bapa R.M.Saddak Homann Bandung kepada bapak H.E.K. Ruchiat direktur utama P.T Panghegar, sehingga akhirnya pemilik Hotel Savoy Homann Bandung dipegang oleh bapak H.E.K. Ruchiat.
   Pada tanggal 14 Oktober 1989 Hotel Savoy Homann Bandung berubah nama menjadi “Savoy Homann Panghegar Heritage Hotel” dengan status bintang empat. Namun,  akibat adanya krisis yang berkepanjangan melanda bangsa Indonesia, PT. Panghegar menjual sahamnya kepada yayasan Bidakara, sehingga namanya pun berubah menjadi “Savoy Homann Bidakara Hotel Duaribu Bandung”.
2.2  Fasilitas Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung
Demi kelancaran operasional perhotelan maka diperlukan kebutuhan yang menunjang dan mendukung sistem tenaga kerja dan sistem manajemennya.
Dibawah ini fasilitas-fasilitas yang ada di Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung, yaitu sebagai berikut:
      2.2.1      Fasilitas Kamar
Jumlah kamar yang dimiliki oleh Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung   adalah 186 kamar dengan memiliki beberapa tipe, diantaranya:
1.      3 Homann Suite
2.      15 Suite Room
3.      41 Executive Room
4.      126 Deluxe Room.
Dengan dilengkapi kamar mandi dengan bath tub, clock radio, tea/coffee maker, hair dryer, minibar/refrigerator, satelite television, Air Conditioning, stereo system, adjoining room, free WI-FI, daily newspaper, living room di Homann Suite, dan balkon di Deluxe Tower Wing, Executive Room, Junior Suite Room dan Homann Suite Room.
2.2.2    Fasilitas Pelayanan Makanan dan Minuman
Adapun fasilitas makanan dan minuman dan minuman di Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung, yaitu:
1.      Garden Atrium Restaurant.
2.      Batavia Bar and Lounge.
3.      24 hours room service.
4.      Side Walk Cafe.
5.      Cake Shop.
2.2.3    Fasilitas Meeting Room
Adapun fasilitas meeting room di Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung adalah sebagai berikut:
1.      Grand Ballroom,
2.      Embassy Room,
3.      Emperror Room,
4.      Executive Meeting 1, 2, 3, 4,
5.      Consulate Room,
6.      The Palace Room,
7.      Sultan Room,
8.      Caesar Room,
9.      Executive Room,
10.  Orchid Room,
11.  Jasmine Room,
12.  Bougenville Room.
Fasilitas meeting room dilengkapi dengan proyektor slide, layar, in-focus, overhead projector, micropon, TV, hembasan kabel, sound system, lantai menari, mimbar, pembicara, papan tulis, letak tabel penyebut, video player, pencahayaan, dan laser.
2.2.4 Fasilitas Penunjang Lainnya
1.      Bussines Center
2.      Drugs Store
3.      Save Deposit Box
4.      Juns Karaoke
5.      Fitness Center and Spa
6.      Laundry and Dry Cleaning
7.      Penjualan tiket Mandala Air Lines
8.      Out door Swimming Pool
9.      ATM BNI dan Mandiri
10.  DKM Al-Fath
11.  24 hours security service
12.  Pick-up service from-to airport/train station
13.  Games Room
14.  EDR (Employee Dinning Room).
2.3 Struktur Umum Organisasi Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung
Organisasi secara umum pada dasarnya sama untuk setiap hotel-hotel, namun fungsi dan kelengkapanya akan tergantung pada besar kecilnya hotel dan kegiatan dari hotel tersebut.
Organisasi hotel terdiri dari bagian-bagian yang disebut dengan istilah department, sedangkan dibawahnya merupakan seksi-seksi yang melengkapi ruang lingkup kegiatan dari bagian atau department.
Oleh karena itu, dengan adanya organisasi setiap karyawan akan mengetahui posisi dan tanggung jawab masing-masing. (Lihat Lampiran 7, 8, 9).
2.4 Struktur Organisasi  Housekeeping Department Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung      
2.5  Klasifikasi Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung
1.      Berdasarkan Lokasi
Savoy Homann Bidara Hotel Bandung terletak di jalan Asia Afrika sehingga dapat disebut city hotel. Savoy Homann Bidakara Hotel memiliki letak yang strategis sehingga mudah dijangkau dari berbagai arah.

2.      Berdasarkan Bintang
Savoy Homann Bidara Hotel Bandung ini termasuk kategori hotel bintang empat.
3.      Berdasarkan Tamu Menginap
Savoy Homann Bidara Hotel Bandung menggunakan istilah lain “Tourist Hotel” karena dari hasil “Room Recapitulation”  sebagian tamu menginap untuk kepentingan “Pleasure”.
4.      Berdasarkan Lama Tinggal
Savoy Homann Bidara Hotel Bandung termasuk “Transit Hotel” dimana tamu menginap lebih dari dua malam.
5.      Berdasarkan Plan
Savoy Homann Bidara Hotel Bandung termasuk “European Plan” , yaitu harga kamar sudah termasuk  breakfast satu kali.             
2.6 Uraian Tugas dan Tanggung Jawab
1.      Executive Housekeeper
Bertanggung jawab terhadap kegiatan operasional housekeeping mengawasi pekerjaan supervisor dan roomboy meliputi kinerja kebersihan, kerapihan, keindahan serta kelengkapan kamar hotel.
2.      Asst. Executive Housekeeper
Bertanggung jawab menggantikan Executive Housekeeper jika dalam keadaan darurat.
3.      ADM
Bertanggung jawab atas status-status kamar dan menerima permintaan dari tamu.
4.      Floor Supervisor
Bertanggung jawab mengawasi kinerja setiap roomboy incharge di setiap floor.
5.      Public Area Supervisor
Bertanggung jawab mengawasi kinerja dari houseman, gardener, houseman floor dan memelihara seluruh area yang berada di hotel.
6.      Room Attendant/ Roomboy
Bertanggung jawab atas pengerjaan dan pemeliharaan kebersihan, kerapihan dan kenyamanan kamar tamu.
7.      Minibar Checker
            Bertanggung jawab atas kelengkapan minibar yang ada pada setiap kamar tamu.

1.      Linen Attendant dan Uniform Attendant
Bertanggung jawab atas pelaksanaan pembersihan dan penanganan linen-linen hotel dan seragam karyawan hotel.
2.      Guest Valet
Bertugas mengambil cucian-cucian tamu dan mengantarkannya kembali bila sudah selesai dicuci.
3.      Houseman
Bertanggung jawab atas pengerjaan dan pemeliharaan dan juga kebersihan, keindahan serta kerapihan seluruh area hotel.
4.      Pool Attendant
Bertanggung jawab atas pengerjaan menjaga dan memelihara kebersihan kolam renang beserta fasilitasnya.

5.      Gardener
Bertanggung jawab dalam menjaga dan memelihara kelestarian, kebersihan, keindahan, serta pengadaan flower basket dan membuat mini garden untuk perihal acara-acara meeting.
 
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Pengertian Housekeeping, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Penerapan dan Konsep
3.1.1 Pengertian Housekeeping
http://adbpolnes03.blogspot.com/2006_09_01_archive.html, menurut Richard Sihite. S.SOS dalam bukunya yang berjudul Tata Graha Hotel (2000:/2), SIC Jakarta. menerangkan bahwa:
Housekeeping adalah salah satu department yang bertugas dan  bertanggung jawab atas kebersihan dan kenyamanan seluruh area di dalam hotel.”
3.1.2 Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1.      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
“Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu kondisi terbebas dari ancaman bahaya yang mengganggu proses aktivitas dan mengakibatkan terjadinya cedera, penyakit, kerusakan harta benda serta gangguan lingkungan.”
“Keselamatan Kerja adalah suatu kondisi terbebas dari resiko kecelakaan atau kerusakan atau dengan resiko yang  sangat kecil di bawah nilai tertentu.”
3.1.3 Pengertian Penerapan
1.    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
“Penerapan adalah suatu perbuatan menerapkan.”


“Penerapan adalah suatu perbuatan mempraktekkan suatau teori, metode, dan hal lain untuk menacapai tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan yang diinginkan suatu kelompok atau golongan yang telah terencana dan tersusun sebelumnya.
  3.1.4        Pengertian Konsep 
1.       http://id.shvoong.com/writing/2035426-pengertiankonsep/,  pengertian konsep secara umum:
“Konsep adalah suatu abstraksi yang menggambarkan ciri-ciri umum  objek, peristiwa atau fenomena lainnya.”
2.        http://id.shvoong.com/writing/2035426-pengertiankonsep/, Woodruff (Dalam Amin, 1987),  mendefinisikan konsep sebagai berikut:
  “a. Produk yang subjektif yang berasal dari seseorang membuat pengertian terhadap objek-objek atau benda-benda melalui pengalamannya.
b.        Suatu gagasan / ide yang relatif sempurna dan bermakna.
c.         Suatu pengertian tentang suatu objek.”


3.2 Penerapan Konsep Kesehatan dan Keselamatan Kerja Lingkungan Hidup di                Housekeeping Department Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung
Dalam melaksanakan tugas Pendidikan Sistem Ganda (PSG) penulis banyak mengalami pengalaman kerja dimana penulis bekerja sebagaimana layaknya karyawan. Oleh sebab itu, penulis banyak mendapatkan pengarahan mengenai penerapan konsep kesehatan dan keselamatan kerja lingkungan hidup khususnya di housekeeping department di bagian public area dan rooms. Adapun penerapan konsep kesehatan dan keselamatan kerja lingkungan hidup di housekeeping department  adalah sebagai berikut:
      3.2.1 Penerapan Konsep Kesehatan Kerja di Housekeeping Department
Penerapan  konsep kesehatan kerja di housekeeping department terdiri dari beberapa hal,  yaitu:
1.      Infeksi dan Penyakit
Hindari  kontak  langsung dengan darah atau cairan tubuh  lain yang tertinggal di permukaan bathtub atau  pada linen tempat tidur dan linen kamar mandi. Cairan tubuh tersebut mungkin membawa virus, bakteri dan mikroorganisme lain yang berpotensi menularkan AIDS, Hepatitis dan gangguan  kesehatan lain.
Cara melindungi diri adalah sebagai berikut:
a.       Lindungi luka dengan penutup yang tidak tembus air.
b.      Gunakan sarung tangan (hand gloves) pada saat menangani barang atau membersihkan permukaan objek yang mungkin terkontaminasi.
c.       Berhati-hati dan hindari menyentuh langsung benda-benda seperti pembalut (sanitary towel), tissue paper dan lain – lain yang tidak dibuang oleh tamu sebagaimana mestinya.
d.      Berhati-hati ketika mengosongkan tempat sampah.
e.       Tempatkan  silet cukur yang sudah terpakai, jarum, pecahan kaca atau keramik di kotak khusus. Jika tidak tersedia gunakan botol kosong. Jangan menempatkan  benda-benda tajam  dalam kantong plastik. Hal ini dapat membahayakan petugas yang menangani sampah.
f.       Apabila kita secara  tidak  sengaja kontak langsung antara tubuh kita dengan cairan tubuh, cuci bagian yang terkena dengan sabun dan air  hangat secara merata. Beritahukan kepada pengawas segera jika kita terkontaminasi barang-barang tersebut.
2.      Pakaian Kerja
Pakaian kerja kita harus memberikan kesan yang baik kepada para tamu dan tentu nyaman, praktis dan aman digunakan. Hindari aksesoris dan perhiasan yang dapat menggangu pekerjaan. Gantilah seragam tiga kali seminggu agar terlihat bersih dan sehat.
3.      Menjaga Kaki
Gunakan sepatu yang nyaman untuk mengurangi kelelahan kaki. Selain itu, sepatu  juga harus kuat sehingga melindungi kaki dari kejatuhan benda berat. Cuci kaki kita setiap hari dan pastikan kuku kaki selalu dipotong pendek. Ganti stocking atau kaos kaki setiap hari.

4.      Penampilan
Pria tidak diperkenankan berambut panjang dan berkumis. Wanita yang berambut panjang harus diikat dan memakai hairnet rapi. Cucilah rambut kita secara teratur agar rambut selalu nampak segar dan sehat. Gunakan minyak rambut yang tidak berbau menyengat.
5.      Personal Hygiene
Jagalah  kebersihan dan kesegaran pribadi tubuh kita. Mandi setiap hari, menggunakan pewangi dan anti-perspiran untuk melindungi tubuh dari bau.
6.      Tangan
Kuku pada jemari kita harus selalu dibersihkan dan dipotong pendek. Hindari lembut dan nampak apik. Selalu cuci tangan menggunakan air hangat dan sabun  pada saat sebelum bertugas, setelah istirahat, setelah menggunakan  toilet dan setelah menyentuh benda-benda kotor.
7.      Tidak Menularkan kepada Orang Lain
     Apabila kita ingin bersin ataupun batuk biasakanlah untuk:
a)      Tutup hidung atau mulut kita dengan tissue paper.
b)      Berpalinglah dari orang yang ada di depan kita atau benda yang ada di depan kita.
c)      Setelah selesai, cucilah tangan kita. Hindari perilaku menjilat tangan, menggigit jari, memegang hidung, mulut, rambut, atau meludah.
3.2.2 Penerapan Konsep Keselamatan Kerja di Housekeeping Department
Housekeeping department bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan setiap orang di hotel seperti tamu dan seluruh karyawan. Oleh karena itu, seluruh petugas di bagian housekeeping department pada level apapun harus turut menciptakan  rasa aman dan lingkungan yang mendukung. Dengan demikian seluruh karyawan dapat  menikmati suasana kerja yang aman dan terbebas dari kecemasan.
Adapun penerapan konsep keselamatan kerja di housekeeping department adalah sebagai berikut:
1)      Menggunakan Cleaning Material dan Cleaning Equipment
Berikut ini beberapa panduan mengenai penggunaan cleaning material dan cleaning equipment, yaitu:
1.      Jangan sekali-kali mengunakan peralatan yang belum kita penah latih untuk menggunakannya.
2.      Periksa peralatan sebelum dan sesudah pemakaian.
3.      Hindari kerusakan pada kabel peralatan.
4.      Hindari tersandung kabel atau terkait kabel.
Adapun cara-cara  penggunaan cleaning material dan cleaning equipment, yaitu:
                 1.  Menggunakan Ember (pail)
·         Jangan mengisi ember terlalu penuh atau melebihi kapasitas, teutama ketika menampung air panas.
·         Jauhkan ember dari elektrik, pintu masuk dan pintu keluar.
·         Jangan meninggalkan ember di tangga.
     2. Menggunakan Vacuum Cleaner, Floor Scrubber dan Polisher
·         Hindari mengulurkan kabel dengan posisi menghalang pintu masuk dan pintu keluar.
·         Kosongkan  vacuum cleaner secara rutin.
·         Gudangkan peralatan secara aman.
·         Jangan mengoperasikan alat dalam kondisi basah, terutama alat yang tidak difungsikan khusus untuk membersihkan area basah.
·         Jangan meletakan alat-alat penampung di area tangga dan lift.
2)      Menggunakan Trolley
a)      Pastikan bahwa trolley mudah didorong, dapat digerakan dengan leluasa dan rodanya tidak  longgar  sehingga tidak menimbulkan bunyi.
b)      Berilah pelumas pada roda secara rutin.
c)      Jangan memberi beban yang melebihi  kapasitas trolley.
d)     Jangan membuang pecahan kaca atau perabot dalam kantong plastik yang ada di trolley.
e)      Hati-hatilah ketika membuang sampah puntung rokok. Jangan mengosongkan asbak ke dalam kantong plastik.
3)      Menggunakan Bahan Pembersih
a)      Jangan meletakan bahan pembersih di sembarang tempat, teutama di area yang banyak digunakan anak-anak bermain dan lalu-lalang.
b)      Jangan sekali-kali mencampur jenis bahan pembersih yang berbeda.
c)      Selalu gunakan bahan pembersih sesuai dengan jenis objek yang dibersihkan. Ketidakpastian pengguanaan dapat mengakibatkan kerusakan pada objek.
d)     Ketika menggunakan sprayer, pastikan kita tidak mengarahkan moncong sprayer menghadap ke arah muka orang  lain. Pada bottle sprayer biasanya terdapat arah penggunaan sprayer.
e)      Bersihkan atau lap barang-barang yang tidak sengaja terkena bahan pembersih.
4)      Menata Bed dengan Aman
a)      Ketika menarik bed, posisikan tubuh kita dalam kedaan berlutut. Hal ini untuk menghindari sakit punggung.
b)      Periksa semua bagian bed, pastikan kondisi kuat dan aman.
c)      Pastikan mattress dalam keadaan bersih dan bebas dari noda.
d)     Periksalah baby cot, pastikan dalam kedaan baik dan tidak ada bagian yang tajam yang dapat membahayakan.
e)      Ketika akan menurunkan atau mengangkat extra bed, berlututlah.
f)       Gudangkan semua linen dengan aman.
5)      Menggunakan Pakaian Pelindung
Menggunakan alat pelindung ini diwajibkan bagi semua staff, tujuanya adalah untuk melindungi diri. Perlengkapan pelindung meliputi:
a)      Helmet / helm ( pelindung kepala)
Digunakan untuk melindungi kepala agar tidak kejatuhan benda dari atas, helm digunakan ketika petugas membersihkan balkon, langit-langit (ceiling) dan dinding.


b)      Coat / jas pelindung
Diharapkan dapat melindungi kulit dari tumpahan dan untuk melindungi para pekerja yang sedang bekerja pada situasi dingin seperti pada ruangan yang dingin.
c)      Masker
Dipakai untuk melindungi diri dari uap yang berasal dari bahan kimia, debu dan asap.
d)     Gogless / kaca mata debu
Untuk melindungi mata dari asap debu dan kimia ketika sedang membersihkan daerah yang sulit dijangkau seperti langit-langit (ceiling) dan lubang-lubang angin (exaust). Kaca mata ini juga untuk mencegah jatuhnya debu dan partikel –partikel pada mata.
e)      Hand gloves / sarung tangan karet
Dapat dipakai pada saat menuangkan bahan kimia dengan maksud untuk membersihkan atau ketika mencampur bahan kimia untuk membersihkan kolam berenang dan toilet ataupun untuk penanganan material yang tidak mudah bersih.
6)      Prosedur Menangani Kecelakaan
a)      Isolasikan bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan dengan mematikan aliran listrik  (jika kecelakaan tersebut ada hubungannya dengan listrik).
b)      Jika menurut kita, korbannya cukup serius/parah, jangan meninggalkannya sendirian. Mintalah tolong kepada seseorang untuk menghubungi supervisor atau duty manager.
c)      Beritahukan semua rincian kejadiannya. Ini untuk menghindari salah penanganan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan dan keselamatan adalah sebagai berikut:
a)      Kotak P3K (First Aid Box) disimpan di reception, porter desk, kantor housekeeper, kithcen dan di tiap section. Jika persediaan First Aid Box sudah berkurang atau ada yang hilang segera hubungi duty manager untuk diisi kembali.
b)      Daftar petugas yang telah dilatih P3K (First Aid Kit) disediakan di reception.

3.3 Ruang Lingkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Pada prinsipnya, ruang lingkup kesehatan dan keselamatan kerja mencakup tiga macam aspek, antara lain sebagai berikut:

a)      Pekerja
Para pekerja atau karyawan di suatu perusahaan harus dijaga dengan baik kesehatannya. Hal tersebut sangat penting untuk meningkatkan kinerjanya sehingga memperoleh tenaga-tenaga yang produktif dan profesional. Produktif dan profesional yang meningkat pada gilirannya akan membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Usaha-saha keselamatan kesehatan kerja, yaitu:
1.      Mengadakan seleksi dari calon pegawai.
2.      Pemeriksaan kesehatan secara rutin terhadap pegawai.
3.      Meningkatkan kesejahteraan dan mengusahakan suasana serta cara hidup pekerja seoptimal mungkin.
4.      Imunisasi berkala terhadap penyakit-penyakit khusus.
b)      Pekerjaan
Pekerjaan dapat diselesaikan jika terdapat pekerja, namun para pekerja juga tidak banyak berarti apabila pekerjaan yang dilaksanakan tidak diperlakukan sesuai dengan aturan aturan atau prosedur yang telah ditetapkan.
Usaha-usaha dalam pekerjaan mencegah dan memperkecil resiko adalah sebagai berikut:
1.      Mengadakan pengaturan tata cara kerja, antaralain dengan melakukan penjadwalan yang baik dan jam kerja rasional serta adanya istirahat berkala diantara jam keeja.
2.      Menerapkan dan mematuhi aturan undang-undang lamanya jam kerja.
3.      Menerapkan rolling kerja (shift/jam kerja) dengan jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Hasil ini perlu dilakukan untuk menghindari pekerjaan dari kejenuhan dan kebosanan yang berakibat terjadinya kecelakaan. Semakin teliti dan halus suatu pekerjaan, makin harus diperpendek juga lamanya bekerja dan harus diselang dengan waktu istirahat.
c)      Tempat Kerja
Tempat kerja merupakan bagian yang penting dalam suatu industri atau perusahaan, secara tidak langsung tempat kerja akan berpengaruh pada kesenangan, kenyamanan dan keselamatan kerja dari para pekerja. Keadaan atau suasana yang menyenangkan (comportable) dan aman (safe) akan menimbulkan gairah produktifitas kerja.
Usaha-usaha  kesehatan yang perlu dilakukan terhadap tempat kerja secara umum adalah dengan menerapkannya hygiene dan sanitasi secara khusus.

3.4 Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Bahaya (Hazard) dan Resiko (risk) yang    diakibatkan Bahaya (hazard)
Di tempat kerja potensi bahaya sangatlah besar dan resiko yang akan terjadi juga sangatlah tinggi. Berikut ini faktor-faktor penyebab terjadinya bahaya (hazard) dan akibatnya, antara lain sebagai berikut:
1)      Chemical Hazard (bahaya kimia) adalah bahaya kimia seperti bahan-bahan kimia yang bentuknya gas, cair atau padat yang sifatnya beracun (toxic), iritan, asphysian. Ada juga yang sifatnya mudah terbakar, mudah meledak, dan lain-lain. Dalam hal ini debu termasuk bahaya (hazard). Resiko (risk) yang terjadi apabila terkena  bahan-bahan tersebut misalnya sesak nafas, iritasi mata, dan lain-lain.
2)      Physical Hazard (bahaya fisik) adalah bahaya yang mula-mula timbul akibat bising. Dengan kata lain fungsi pendengaran secara fisiologis dapat terganggu. Pembicaraan atau instruksi dalam pekerjaan tidak dapat didengar secara jelas sehingga dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Pembicara terpaksa berteriak-teriak, selain memerlukan tenaga ekstra juga menimbulkan kebisingan. Kebisingan juga dapat mengganggu tekanan darah.
3)      Biological Hazard adalah bahaya yang berasal dari microorganisme seperti jamur, bakteri, serangga. Resiko (risk) yang ditimbulkan misalnya infeksi parasit dan alegri.
4)      Ergonomic Hazard adalah gangguan kesehatan pada pekerja akibat ketidaksesusaian pekerjaan dengan pekerja. Misalnya penyakit varises yang terjadi pada pekerja yang banyak berdiri juga sakit punggung akibat mengangkat benda berat tidak sesuai dengan prosedur.
5)      Mechanical Hazard adalah bahaya yang biasanya berasal dari benda-benda atau proses yang bergerak. Misalnya tangan terpotong, tertusuk, tersayat dan tergores.
6)      Electrical Hazard adalah bahaya yang berasal dari arus listrik. Resiko yang ditimbulkan misalnya tersetrum.
7)      Phychological Hazard adalah bahaya yang terjadi atau bersifat psikis atau kejiwaan seperti pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan kemampuan, tanggung jawab yang terlalu berat, suasana kerja yang monoton. Resiko yang ditimbulkan, yaitu semangat kerja yang menurun, stress dan lain-lain.
8)      Hazard Somatic adalah bahaya penyakit bawaan yag dipunyai pekerja semenjak sebelum dia kerja. Misalnya penyakit asma. Kemungkinan penyakit akibat hubungan kerja juga akan lebih besar terjadi .
        
3. 5 Cara Pengendalian Bahaya (Hazard)
Ada beberapa macam cara pengendalian yang dapat dilakukan agar dapat terhindar dari penyakit akibat kerja, yaitu:
1)      Eliminasi
Eliminasi merupakan upaya yang dilakukan untuk menghilangkan bahayanya, jadi resikonya menjadi nol. Dikarenakan bahaya bisa datang dari material, proses dan bisa juga dari teknologi yang sedang digunakan. Misalnya dengan tidak melakukan hal atau pekerjaan tersebut sama sekali.
2)       Subtisusi
Subtitusi merupakan upaya yang kedua yang dilakukan apabila upaya pertama tidak dapat dilakukan, yaitu merupakan upaya yang pengendalian dengan mengganti beberapa potensial hazard (material ataupun proses) dengan yang mempunyai hazard yang lebih rendah. Misalnya apabila kita membersihkan toilet bowl dengan bolt side bisa diganti dengan menggunakan veem yang hazardnya lebih rendah. Mengingat  bolt side merupakan chemical yang keras
3)      Miniminasi
Miniminasi merupakan upaya pengendalian yang digunakan apabila material, cara kerja ataupun proses tidak dapat diganti bisa dilakukan dengan upaya miniminasi atau dikurangi jumlah penggunaan yang digunakan.
4)      Engineering Control
Engineering Control merupakan pengendalian dengan menghindarkan sumber bahaya di tempat kerja.
5)      Administrative Control
Administrative Control merupakan pengendalian dengan menggunakan peraturan-peraturan seperti, penerapan prosedur dan instruksi kerja dan memasang rambu-rambu peringatan (safety sign).
6)      Personal Protective
Personal Protective merupakan pengendalian dengan menekankan pada tenaga kerjanya seperti penggunaan alat pelindung diri. Alat pelindung diri merupakan alat atau sarana yang digunakan oleh pekerja yang melekat pada tubuh pekerja dengan tujuan untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuh pekerja pada saat melaksanakan pekerjaan dari kemungkinan terpajang oleh bahaya yang melebihi batas yang diperbolehkan.
Contohnya gogless , helmet, hand gloves, pakaian anti bahan kimia, tutup telinga, masker dan lain-lain.

3.6  Rambu-Rambu Keselamatan (Safety Sign) di Housekeeping Department Savoy Homann  Bidakara Hotel Bandung
             Rambu-rambu keselamatan (safety sign) peralatan yang bermanfaat untuk membantu melindungi kesehatan dan keselamatan karyawan maupun tamu yang sedang berada di tempat kerja dalam hal ini di hotel.
            Rambu-rambu keselamatan yang biasa digunakan di housekeeping department Savoy Homann  Bidakara Hotel Bandung, yaitu:
1.      Caution  (Perhatian / Waspada ), berupa peringatan akan bahaya. Contohnya yaitu, CAUTION WET FLOOR, CLEANING IN PROGRESS, CAUTION MAN AT WORKING.


BAB IV
PENUTUP
4.1 Simpulan
Berdasarkan penelitian yang penulis telah laksanakan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja di housekeeping department  Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung  terdapat beberapa manfaat yang memiliki dampak sangat besar dari pekerjaan housekeeping yang dilakukan secara sistematis dan profesional.
Namun Pada dasarnya (safety environment housekeeping) adalah sistem kerja pembersihan yang tidak hanya sebatas menjaga kerapihan area atau sekedar mencegah sampah yang menghalangi pintu dan tangga darurat, tapi lebih daripada itu adalah terjaganya kewaspadaan bahwa musibah betapa pun tidak diinginkan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Oleh karena itu menerapkan pelaksanan konsep kesehatan dan keselamatan kerja sangat diutamakan untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan.
Jadi kesimpulan dari rumusan masalah dan hasil pembahasan laporan ini adalah:
       1. Pengertian  Housekeeping, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Penerapan dan Konsep
1.      Pengertian Housekeeping
Housekeeping adalah salah satu  department yang bertugas dan bertanggung jawab atas kebersihan,kenyamanan, keindahan maupun kelengkapan  seluruh area di dalam hotel agar karyawan dan tamu merasa nyaman dan aman berada di dalam hotel.
2.      Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu kondisi terbebas dari ancaman bahaya yang mengganggu proses aktivitas dan mengakibatkan terjadinya cedera, penyakit, kerusakan harta benda serta gangguan lingkungan.
3.      Pengertian Penerapan
Penerapan adalah suatu perbuatan mempraktekkan suatu teori, metode, dan hal lain untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan yang diinginkan suatu kelompok  atau golongan yang telah terencana dan tersusun sebelumnya.
4.      Pengertian Konsep
Konsep adalah suatu abstraksi yang menggambarkan ciri-ciri umum  objek, peristiwa atau fenomena lainnya.
2. Penerapan Konsep Kesehatan dan Keselamatan Lingkungan Hidup di Housekeeping  Department Savoy Homann Bidakara Hotel
2.1 Penerapan Konsep Kesehatan Lingkungan Hidup di Housekeeping  Department
Penerapan  konsep kesehatan kerja di housekeeping department terdiri dari beberapa hal,  yaitu:
1.      Infeksi dan Penyakit
2.      Pakaian Kerja
3.      Menjaga Kaki
4.      Penampilan
5.      Personal Hygiene
6.      Tangan
7.      Tidak Menularkan kepada Orang Lain
5.2 Penerapan Konsep Keselamatan Kerja Lingkungan Hidup di  Housekeeping Department
Penerapan  konsep keselamatan kerja di housekeeping department terdiri dari beberapa hal,  yaitu:
1.      Menggunakan Cleaning Material dan Cleaning Equipment
2.      Menggunakan Trolley
3.      Menggunakan Bahan Pembersih
4.      Menata Bed dengan Aman
5.      Menggunakan Pakaian Pelindung.
6.      Prosedur Menangani Kecelakaan.
4. Ruang Lingkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Pada prinsipnya, ruang lingkup kesehatan dan keselamatan kerja mencakup tiga macam aspek, yaitu :
1.      Pekerja
2.      Pekerjaan
3.      Tempat kerja.
5. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Bahaya (Hazard) dan Resiko (risk)  yang   diakibatkan Bahaya (hazard)
Berikut ini faktor-faktor penyebab terjadinya bahaya (hazard) dan akibatnya, antara lain sebagai berikut:
1.      Chemical Hazard (bahaya kimia)
2.      Physical Hazard (bahaya fisik)
3.      Biological Hazard
4.      Ergonomic Hazard
5.      Mechanical Hazard
6.      Electrical Hazard
7.      Phychological Hazard
8.      Hazard Somatic.
5. Cara Pengendalian Bahaya (Hazard)
Ada beberapa macam cara pengendalian yang dapat dilakukan agar dapat terhindar dari penyakit akibat kerja, yaitu:
1.      Eliminasi
2.      Subtisusi
3.      Miniminasi
4.      Engineering Control
5.      Administrative Control
6.      Personal Protective.   
6. Rambu-Rambu Keselamatan (Safety Sign) di Housekeeping Department Savoy Homann  Bidakara Hotel
              Rambu-rambu keselamatan yang biasa digunakan di housekeeping department Savoy Homann  Bidakara Hotel Bandung, yaitu:
1.      Caution  (Perhatian / Waspada ) Contohnya yaitu:
CAUTION WET FLOOR, CLEANING IN PROGRESS, CAUTION MAN AT WORKING.
4.2  Saran
Pada kesempatan ini, ijinkanlah penulis untuk memberikan beberapa kepada pihak industri dan pihak sekolah yang sekiranya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan guna kemajuan di masa mendatang.
4.2.1 Saran untuk pihak industri
1.      Agar industri dapat memberikan seorang instruktur khusus pada hari-hari tertentu untuk memberikan  pelajaran teori yang berhubungan dengan pekerjaan yang dilaksanakan siswa/siswi sehingga siswa/siswi dapat mengerti dan memahami pekerjaan yang dilaksanakan khususnya di bagian housekeeping department.
2.      Room attendant dan houseman agar lebih meningkatkan penerapan kesehatan, keselamatan kerja lingkungan hidup khususnya dalam penggunaan chemical.
3.      Menambah  jumlah  persediaan perlataan dan perlengkapan khususnya di housekeeping department agar proses kerja lebih optimal.
4.      Lebih memonitoring anak trainee agar lebih terpantau kemajuan dan keterampilan selama melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda
5.      Lebih meningkatkan lagi kerjasama antar department agar tidak terjadi miss comunication.
6.      Lebih meningkatkan lagi kebersihan dan keasrian di area dan room.
7.      Lebih meningkatkan disiplin kerja karyawan sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ada di Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung.
8.      Meningkatkan disiplin waktu agar pelaksanaan kerja di berbagai department dapat lebih teratur dan efisien.
4.2.2 Saran untuk sekolah
1.      Sekolah agar dapat memantau kegiatan siswa yang sedang melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) secara intensif sehingga segala kesulitan yang timbul dapat dipecahkan bersama.
2.      Pihak lembaga diharapkan dapat menjalin kerjasama yang baik dengan pihak dunia usaha, dalam hal ini perhotelan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar